You are currently viewing Berita Terkini Palestina: Pemutusan Komunikasi Memperburuk Isolasi Gaza di Tengah Serangan Zionis Israel

Berita Terkini Palestina: Pemutusan Komunikasi Memperburuk Isolasi Gaza di Tengah Serangan Zionis Israel

Warga Gaza kembali terisolasi total setelah serangan militer Israel pada 17-18 September 2025 yang merusak infrastruktur telekomunikasi utama. Pemutusan akses internet dan telepon rumah ini mengakibatkan lumpuhnya layanan penting seperti rumah sakit, tim penyelamat, dan bantuan kemanusiaan. Gaza kini semakin terputus dari dunia luar di tengah kampanye militer Zionis Israel yang brutal.

Otoritas Regulasi Telekomunikasi Palestina mengonfirmasi bahwa kerusakan pada fasilitas komunikasi menyebabkan terputusnya hubungan Gaza City dan Gaza Utara dengan luar negeri, meningkatkan kesulitan bagi warga yang sudah menderita akibat pengepungan bertahun-tahun. Organisasi hak asasi manusia seperti Euro-Med menyebut pemutusan ini sebagai kebijakan sistematis Israel untuk menghalangi pengawasan internasional terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Gaza.

Sejak dimulainya serangan Israel pada Oktober 2023, lebih dari 65.000 warga Palestina tewas. PBB bahkan menyatakan bahwa tindakan Zionis Israel di Gaza memenuhi kriteria genosida. Selain itu, serangan yang terus berlangsung memaksa warga Gaza hidup dalam kelaparan, dengan banyak yang terluka tanpa akses untuk mendapat perawatan medis segera.

Kritik internasional terhadap Zionis Israel semakin meningkat. Organisasi hak asasi manusia seperti Skyline International mengecam pemutusan komunikasi sebagai bagian dari usaha untuk menyembunyikan kejahatan perang. Mereka menuntut pemulihan layanan komunikasi, penghentian serangan terhadap infrastruktur, dan perlindungan bagi jurnalis serta pekerja kemanusiaan.

Di tengah kekacauan ini, rumah sakit dan organisasi kemanusiaan berada di ambang kehancuran, dengan WHO memperingatkan bahwa sistem kesehatan Gaza hampir runtuh akibat serangan berkelanjutan. Situasi semakin mendesak, dengan lebih dari dua juta warga Gaza terjebak dalam kondisi yang semakin memburuk.

Tinggalkan Balasan