Jakarta, 1 Oktober 2025 — Armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza menghadapi serangkaian serangan drone dan intimidasi di Laut Mediterania dan Tunisia. Salah satu kapal utama, Family, diserang hingga terbakar di Pelabuhan Sidi Bou Said, meski seluruh awak selamat. Serangan diduga dilakukan oleh pihak pro-Israel, namun belum ada konfirmasi resmi.
Kapal-kapal GSF yang membawa relawan dari 44 negara, termasuk aktivis Greta Thunberg, mengalami lebih dari 10 gangguan: drone bersenjata, penyemprotan zat kimia, pembajakan komunikasi radio, serta ancaman langsung terhadap kapten kapal.
Tiga WNI terlibat: Muhammad Husen (Koordinator IGPC), Wanda Hamidah, dan Muhammad Faturrahman. Husen kini berada di kapal Summertime yang mengawal misi dan mengumpulkan bukti pelanggaran hukum internasional. Dua lainnya masih tertahan di Italia karena kendala teknis.
GSF menolak permintaan Israel agar bantuan dibongkar di Pelabuhan Ashkelon, menyebutnya sebagai manipulasi untuk menunda distribusi. Mereka bersikeras menyalurkan bantuan langsung ke Gaza, menentang blokade yang telah memperburuk krisis kemanusiaan sejak perang 2023.
IGPC menyerukan perhatian pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Prabowo, untuk memberi dukungan moral dan perlindungan bagi WNI di medan berbahaya ini. Publik juga diajak menyuarakan solidaritas melalui media sosial.