Jakarta, 8 September 2025 — Presiden Prabowo Subianto secara resmi merombak susunan Kabinet Merah Putih pada Senin sore di Istana Negara. Dalam reshuffle kali ini, lima posisi menteri diganti dan satu kementerian baru dibentuk.
Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, perombakan dilakukan berdasarkan “evaluasi terus-menerus” dari Presiden Prabowo demi meningkatkan kinerja pemerintahan.
Beberapa perubahan penting dalam jajaran menteri mencakup posisi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan yang sebelumnya dijabat oleh Budi Gunawan dan kini untuk sementara diisi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Di bidang keuangan, Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Ketua Dewan Komisioner LPS. Sementara itu, posisi Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) kini diisi oleh Mukhtarudin dari Partai Golkar, menggantikan Abdul Kadir Karding. Fery Juliantono, mantan Wakil Menteri Koperasi, menggantikan Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Koperasi dan UKM. Adapun jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga yang sebelumnya dipegang Dito Ariotedjo, hingga saat ini belum diumumkan penggantinya secara resmi.
Selain penggantian sejumlah menteri, Presiden Prabowo juga membentuk satu kementerian baru, yakni Kementerian Haji dan Umrah yang sebelumnya berstatus sebagai Badan Pengelola Haji. Posisi Menteri Haji dan Umrah kini dijabat oleh Moch Irfan Yusuf, dengan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakil menteri.
Dampak Ekonomi:
Reshuffle ini memicu reaksi beragam di pasar. Nilai tukar rupiah menguat 123 poin ke level Rp16.309/US$, seiring ekspektasi penurunan suku bunga AS. Namun, IHSG justru melemah 1,28% ke 7.766, dengan aksi jual meningkat usai pengumuman reshuffle.
Di sisi fiskal, pengamat ekonomi Bhima Yudhistira dari Celios menilai pergantian Sri Mulyani bisa menjadi momentum perbaikan. Ia menekankan lima agenda prioritas bagi Menkeu baru, termasuk reformasi pajak, efisiensi anggaran, dan transparansi insentif fiskal.
Konteks Politik:
Perombakan ini juga terjadi tak lama setelah penangkapan eks Wamenaker Immanuel Ebenezer oleh KPK. Meski tidak disebut langsung, reshuffle dianggap sebagai respons atas evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kabinet.
Dengan reshuffle ini, Presiden Prabowo menunjukkan komitmen untuk menyempurnakan kabinetnya demi stabilitas politik dan penguatan ekonomi nasional.
Sumber: Kompas, Detik, BBC, Sindo News, CNN Indonesia, Tempo