Misi Global Sumud Flotilla, yang bertujuan menembus blokade laut Israel menuju Gaza, Palestina, terus berlanjut meskipun penuh tantangan. Aktivis Indonesia, Muhammad Fathur Rahman, melaporkan bahwa kapal yang ditumpanginya telah memasuki perairan Italia setelah dua hari berlayar dari Tunisia. Bersama Fathur, dua aktivis lainnya, Muhammad Husein dan Wanda Hamidah, turut dalam konvoi internasional ini untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Wanda Hamidah, satu-satunya perempuan Indonesia dalam misi ini, sempat tertahan dua minggu di Tunisia karena ketidakpastian jadwal. Namun, pada 16 September 2025, ia berhasil bergabung dengan kapal Kaiser dan memulai perjalanan. Meskipun menghadapi sabotase dan ancaman keamanan, Wanda tetap teguh dengan misinya, mengungkapkan tekadnya melalui media sosial, “Indonesia, Alhamdulillah, insya Allah kita akan berlayar menuju Gaza malam ini.”
Namun, perjalanan Wanda tidak tanpa halangan. Kapalnya sempat mengalami kebocoran di Laut Mediterania, memaksa mereka kembali ke pelabuhan Italia untuk perbaikan. Meski begitu, Wanda tetap optimis dan bertekad melanjutkan perjalanan ke Gaza, “Jika Allah berikan jalan keluar, kita tetap ke Gaza,” katanya.
Misi Global Sumud Flotilla melibatkan lebih dari 44 negara, termasuk Indonesia, yang mengirimkan lima kapal kemanusiaan. Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) dan Rumah Zakat memberikan dukungan penuh terhadap misi ini, dengan kapal-kapal seperti Malahayati dan Hasanudin bertolak menuju Gaza. Pemerintah Indonesia, melalui Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, juga menunjukkan dukungan diplomatik terhadap inisiatif ini.
Muhammad Husein, jurnalis dan aktivis Indonesia yang telah lama tinggal di Gaza, menegaskan bahwa misi flotilla ini bukan soal popularitas peserta, tetapi untuk mengungkapkan penderitaan rakyat Palestina dan membuka blokade Israel. Dukungan internasional semakin menguat, dengan tokoh-tokoh seperti Mardani Ali Sera, Ketua BKSAP DPR RI, menyatakan solidaritas penuh terhadap misi ini.
Dengan berbagai tantangan, baik cuaca buruk hingga kerusakan kapal, semangat relawan tetap tak surut. Perjalanan ini menjadi simbol solidaritas global bagi Palestina, membawa bantuan kemanusiaan dan harapan untuk warga Gaza yang terblokade. Meskipun penuh rintangan, tekad para aktivis untuk terus berlayar menuju Gaza tetap kuat, dengan tujuan utama untuk membawa keadilan dan dukungan bagi Palestina.